Jumat, 21 Oktober 2011

Teruntuk Ayah dan Bundaku


Ayah, Bunda, semoga Allah selalu melindungi Ayah dan Bunda. Amiin.
Ayah, terimakasih atas 21 tahun ini. Terimakasih...

Teringat aku akan kata-kata Bunda “Ayahlah yang mengadjankanmu”, meski harusnya itu kewajiban lelaki lain, tapi Ayah mau menggantikannya. Terimakasih... karena adjan di hari pertamaku melihat dunia itu, kini aku jadi putri yang bisa membuatmu sedikit bangga. Terimakasih, atas semuanya.

Rahasia Wanita


Ketika Allah menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,"Mengapa begitu lama engkau menciptakan wanita, ya Allah???"

Allah menjawab,"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang telah aku ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub,"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!

Allah menjawab,"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,"Allah, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"

Syukurku pada-Mu, Rabbku

Pernah, hampir hamba mengingkariMu. Merasa bahwa benar Kau tidak punya andil dalam setiap sisi kehidupan hamba. Dan karena banyak hal, akhirnya hamba kian jauh mengingkari keberadaanMu...

Ya Allah, Sang Maha Tahu. Ampun atas kebutaan hamba, yang kian menjadi-jadi waktu itu. Ampun atas rasa pengingkaran hamba, ampun atas kotornya hati dan pikiran hamba. Ampun...

Kini, setiap sisi yang menguraikan rasa kesedihan telah hilang, alhamdulillah. alhamdulillah, alhamdulillah ya Allah...
Kian perbaikilah hati dan pikiran hamba, kian dekatkanlah hamba padaMu. Karena hanya dengan mengingatMu, hati menjadi tenang.

Kamis, 13 Oktober 2011

Ceritaku semasa PPL (Part 2)

Musim Pacaran

Huhh!!
Greatest research!! Penyelidikan terhebat. hahaha Lebbay...

Ingin sekali ku berdo'a untuk mereka-beberapa muridku-yang tengah jatuh hati pada lawan jenisnya (baku kali ah bahasanya :D)
"anak-anak miss, usia kalian masih panjang loh. mbok ya jangan pacaran dulu, pa lagi satu kelas gini. gk konsen belajar pasti kan? mau berangkat sekolah semangat karena si dia, sakit tapi tetep dibelain berangkat juga. mau ngapa-ngapain takut diperhatiin dia, jadi jaim. maunya tiap hari dandan, biar dia merhatiin kalian. iya kan???"
Dduhhh...

Ketika ku menutup mata


Awan putih di langit senja itu kian menguning, menandakan matahari beranjak ke peraduannya. Digantikan bulan kecil yang hanya separuh tampaknya.
Aku masih duduk menopang dagu, ku tekuk kedua kakiku hingga menyanggah lengan kanan yang sedari tadi menggenggam hp, mengharap ada seseorang yang diharapkan sekedar mengirimi pesan singkat. Didepan pintu kamar kosku yang berada di lantai dua itu setiap sore begini aku melamun, yah seperti sore ini jua, melamunkankan apa saja. Termasuk untuk urusan ‘lelaki’.

Ketika aku dihadapkan pada Bunda (Part 2)


“Na... si Doni gk jadi datang malam ini Na, harus ke luar kota ada keperluan mendadak katanya” jerit Bunda dari arah dapur, sedang aku tengah asik dengan laptopku di ruang tengah. Aku tak lantas menjawab,tak juga teralu ku ambil pusing.
“Katanya minggu depan baru bisa datang” lanjut Bunda lagi.
“Iya Bun...” jawabku seadanya. 

Selasa, 11 Oktober 2011

Heningku diantara,


Walau parau akan menyuarakannya
beberapa suara yang tertulis lekat bukan hanya padanya
mulai terusik, sangat
dan
Tak mungkin sanggup menjauh
untuk ini tak juga mungkin akan mudah lenyap
meski meradang hati
biarlah...
karena menjeritpun tak mgkin terdengar
menangis...
jawabannya,

hanya pada Allah muara segala urusan
duniaku
bahkan akhiratku,
padaMu aku menggantungkannya...

Jumat, 07 Oktober 2011

Muridku, berkebutuhan khusus (part 2)


Hari rabu, jam pelajaran ke 3 di kelas 7.3 adalah olahraga. Aku duduk di meja piket sambil memperhatikan mereka lalu lalang dari kelasnya ke kamar mandi untuk berganti pakaian olahraga. Termasuk juga Iska. Ia tiba-tiba keluar dengan pakaianolahraga lengkapnya.

Tapi, kali ini ia terlihat sangat lucu. Aku tertawa dibuatnya. Ku perhatikan ia dari jilbab hingga celananya.
Bajunya sedikit kedodorannya, berwarna putih bergaris biru di lengannya, dan dimasukkannya bagian bawah bajunya itu ke dalam celananya.

Celananya berwarna biru, selaras dengan warna garis biru di lengan bajunya. Dan itu juga tampak sangat kedodoran baginya. Ia mengenakannya seperti Jojon, sangat tinggi di atas perutnya. Kemudian jilbab putih yang ia kenakan sangatlah kecil, hingga tidak sampai menutupi dadanya.
Lucu.
***

Jumat, 30 September 2011

Menjualnya...


“Maukah kau menjadi istriku?”
***
Ia kaya, rupawan, sangat  berprestasi di bidangnya, dan dihormati banyak orang karena profesinya. Kebanggaan duniawi hampir semua ia miliki. Tapi, Ia bukan seorang yang spesial-keimanannya. Ia juga bukan seorang yang spesial-akhlaqnya.

Sebut saja ia Arman. Pemuda 24 tahun, seorang yang ambisius, emosional, penuh semangat, dan bukan seorang penyabar. Ia seorang prajurit Kelautan. Gagah, juga energik.
Gadis manapun yang mengenalnya, ku pastikan akan jatuh hati. Begitupun-orangtua manapun yang mengenalnya, ku pastikan juga akan mengusahakan anak gadisnya bisa bersanding dengannya.
Tapi malangnya, lamaran lelaki itu justru jatuh padaku.

Minggu, 25 September 2011

Sepatu putih kesayanganku

"Sabar ya Na, Bu'e baru bisa kirim uang bulananmu minggu depan. minggu ini biar Bu'e kirim uang bulanan untuk adikmu-Heri dulu..." jawab Bu'e di sebrang sana-saat aku menanyakan kapan uang bulananku dikirimnya-melalu hp.
"Iya Bu'e, ndak papa kok. Na juga masih punya simpanan, kalo untuk seminggu ini masih cukup kok Bu'e..." jawabku menenangkan.

Hhh... biar sudah menenangkan Bu'e, toh aku juga yang malah tak tenang. untuk makan dan ongkos angkot ku pulang pergi dari kos-kosan ke sekolah memang masih cukup, tapi, ada hal lain yang justru sangat membuatku gusar.

Sepatu!!
ya, sepatu putihku yang telah usang itu-yang tengah berjejer rapi dengan beberapa sepatu kuliyah teman sekamar kosku-dari kejauhan nampak sudah sangat usang. dari jauh saja sudah seperti barang rongsokan, apa lagi kalau melihatnya hanya dengan jarak beberapa puluh sentimeter saja.